Ajang tahunan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 dipastikan bakal menyapa para pencinta seni budaya di 10 kabupaten/kota tanah air. Rangkaian gelaran ini merambah berbagai wilayah, mulai dari Bogor, Wonosobo, Maumere, Makassar, Kuningan, Aceh, Mataram, Pontianak, Bengkulu, hingga Batusangkar.
Untuk penyelenggaraan kali ini, festival mengangkat tema "Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara". Perhelatan budaya yang konsisten diadakan sejak tahun 2021 tersebut direncanakan bergulir cukup panjang, yakni mulai 3 Oktober 2026 hingga berakhir pada Mei 2027 mendatang.
Suban Sipakatau selaku perwakilan panitia penyeleggara menegaskan bahwa agenda ini mengusung visi yang lebih dalam. Kehadiran FMTI tidak semata-mata ditujukan untuk menampilkan karya-karya musik tradisional di atas panggung pertunjukan sebagai sarana hiburan belaka.
Lebih dari sekadar pentas seni, agenda nasional ini dirancang sebagai wadah interaksi serta kolaborasi yang inklusif. FMTI menjadi ruang perjumpaan lintas kalangan, mulai dari para seniman, komunitas lokal, generasi muda, akademisi, hingga jajaran pemerintah dan masyarakat luas.
Melalui integrasi seluruh elemen tersebut, perhelatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi lokal secara berkesinambungan. Sinergi ini ditujukan untuk merawat dan memperkuat ekosistem kebudayaan nusantara agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.










Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!