Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, berencana menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, untuk menagih sisa komitmen anggaran pembangunan kawasan perbatasan sebesar Rp150 miliar. Dari total alokasi yang pernah dijanjikan oleh pejabat Menkeu sebelumnya, Pemerintah Daerah Kaltara mencatat baru menerima pencairan awal sebesar Rp50 miliar, sehingga masih terdapat kekurangan dana senilai Rp100 miliar yang butuh kejelasan dari pemerintah pusat.
Demi menuntaskan sisa alokasi dana perbatasan sebesar Rp100 miliar, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang bersiap melakukan audiensi dengan Menkeu Suahasil Nazara. Ditemui di Tanjung Selor pada Sabtu (26/9/2026), Zainal menegaskan pentingnya menindaklanjuti janji Menkeu terdahulu agar sisa dana penguatan wilayah perbatasan yang baru cair Rp50 miliar tersebut dapat segera direalisasikan secara penuh demi kepentingan pembangunan daerah.
Langkah proaktif diambil Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang untuk mengawal pencairan dana pembangunan daerah perbatasan. Zainal menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Menkeu Suahasil Nazara mengingat komitmen awal bantuan senilai Rp150 miliar baru dikucurkan sebesar Rp50 miliar oleh menteri sebelumnya, sehingga sisa Rp100 miliar masih menanti tindak lanjut dari kementerian terkait.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperjuangkan pemenuhan alokasi dana pembangunan wilayah perbatasan sebesar Rp150 miliar dari Kementerian Keuangan. Gubernur Zainal A Paliwang mengungkapkan bahwa pihaknya bakal menemui Menkeu Suahasil Nazara untuk menyampaikan rincian kucuran dana yang baru terealisasi Rp50 miliar, dengan harapan sisa anggaran sebesar Rp100 miliar dapat segera diproses pencairannya.
Kepastian pengucuran sisa anggaran perbatasan senilai Rp100 miliar menjadi agenda utama yang akan dibahas Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang bersama Menkeu Suahasil Nazara. Melalui keterangannya di Tanjung Selor pada Sabtu (26/9/2026), Zainal berharap jajaran kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan dapat melanjutkan janji pejabat terdahulu yang sebelumnya baru mencairkan tahap awal sebesar Rp50 miliar dari total alokasi Rp150 miliar.










Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!