Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang peternakan, PT Berdikari (Persero), berkomitmen untuk mempercepat realisasi proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Langkah penanganan cepat ini diambil guna mendukung penguatan ketahanan pangan serta modernisasi industri peternakan unggas nasional.

Aksi percepatan pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti instruksi langsung dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Arahan strategis tersebut sebelumnya telah disampaikan secara eksplisit saat Mentan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Bone pada 1 Juli 2026.

Dari Kuliah Umum ke Aksi Nyata, Sekjen PIKI Dorong Mahasiswa IAKN Toraja Berprestasi dan Mandiri
BACA JUGA
Dari Kuliah Umum ke Aksi Nyata, Sekjen PIKI Dorong Mahasiswa IAKN Toraja Berprestasi dan Mandiri Baca Selengkapnya

Menteri Pertanian menegaskan bahwa proyek pembangunan HAT ini merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menuntut tenggat waktu operasional ketat. Berdasarkan arahan pimpinan negara tersebut, fasilitas hilirisasi unggas terpadu ini ditargetkan sudah dapat beroperasi penuh paling lambat pada 1 Juli tahun mendatang.

Dalam keterangan resminya pada Jumat (25/9/2026), Amran menekankan pentingnya komitmen bersama demi kelancaran proyek ini. Ia meminta agar seluruh kendala penunjang, baik yang berkaitan dengan urusan birokrasi perizinan maupun persoalan teknis di lapangan, segera diselesaikan tanpa penundaan.

Merespons instruksi mendesak dari kementerian, manajemen PT Berdikari menyatakan kesiapannya untuk memenuhi target yang ditetapkan. BUMN tersebut menyanggupi komitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi tepat waktu pada Juli 2027.