Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa tingkat kesadaran serta kesepakatan kolektif dari masyarakat lokal merupakan salah satu pilar utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tanpa adanya peran aktif warga sekitar, upaya perlindungan kawasan hutan akan sulit berjalan optimal.

Sebagai contoh nyata, Menhut menyoroti keberhasilan pengelolaan lingkungan di kawasan Lanskap Bujang Raba, Provinsi Jambi. Masyarakat di wilayah tersebut dinilai sukses memelihara dan menjaga ekosistem hutan mereka sehingga terhindar dari ancaman serta bencana karhutla.

Dari Kuliah Umum ke Aksi Nyata, Sekjen PIKI Dorong Mahasiswa IAKN Toraja Berprestasi dan Mandiri
BACA JUGA
Dari Kuliah Umum ke Aksi Nyata, Sekjen PIKI Dorong Mahasiswa IAKN Toraja Berprestasi dan Mandiri Baca Selengkapnya

Keberhasilan di Lanskap Bujang Raba ini memberikan angin segar di tengah tantangan berat penanganan karhutla nasional. Raja Juli mengungkapkan bahwa pencapaian masyarakat Jambi menjadi semacam oase yang memberikan harapan baru, khususnya di saat jajaran petugas mengalami kelelahan menghadapi penanganan karhutla di wilayah lain.

Adapun wilayah-wilayah yang saat ini masih terus berjuang keras menanggulangi titik api meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Sumatera Selatan. Situasi di daerah-daerah tersebut membutuhkan perhatian ekstra dan kerja keras bersama agar kebakaran tidak semakin meluas.

Menhut menambahkan, keberhasilan menjaga kawasan hutan agar tetap lestari pada dasarnya bertumpu pada dua hal penting. Selain membangun kesadaran kritis masyarakat dari dalam, langkah penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk aktivitas ilegal di dalam hutan juga harus diterapkan secara konsisten.