Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, memaparkan gagasan ketahanan nasional berbasis rakyat saat menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB ke-18 di New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (26/9/2026) waktu setempat. Berdasarkan siaran YouTube Kementerian Luar Negeri pada Minggu (27/9/2026), Sugiono menegaskan bahwa kekuatan utama ketahanan Indonesia terletak pada ketangguhan masyarakatnya sendiri.
Dalam forum diplomatik PBB tersebut, Menlu Sugiono mengulas kembali sejarah konsep ketahanan nasional Indonesia yang telah digagas sejak dekade 1960-an. Strategi ini dirancang untuk mempertahankan identitas bangsa, menjaga kedaulatan, memelihara persatuan, serta mengawal keberlanjutan pembangunan di tengah berbagai dinamika geopolitik dan tantangan global.
Gagasan mengenai ketahanan nasional yang dibawa Sugiono ke tingkat internasional menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai pilar utama negara. Ia menyampaikan di hadapan Majelis Umum PBB bahwa ketangguhan sebuah bangsa pada hakikatnya bersumber dari ketahanan setiap keluarga yang ada di dalamnya.
Saat berpidato dalam Sidang Umum PBB ke-18, Menlu Sugiono menjelaskan parameter ketangguhan suatu negara dari kacamata Indonesia. Menurutnya, sebuah negara baru dapat dikatakan benar-benar tangguh apabila setiap keluarga di dalamnya memiliki kemampuan mendasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka secara mandiri.
Paparan Menlu Sugiono di New York mempertegas kembali warisan pemikiran geopolitik Indonesia sejak tahun 1960-an kepada dunia internasional. Dengan menempatkan kesejahteraan keluarga dan ketahanan rakyat sebagai inti kedaulatan, Indonesia menawarkan perspektif bahwa fondasi terkuat bagi pembangunan dan persatuan bangsa dimulai dari unit terkecil masyarakat.










Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!